NIHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH...
http://www.4shared.com/rar/Y34iX1wuba/idm_618_build_11.html?
Kamis, 13 November 2014
Waves API Collection FULL
JANGAN BANYAK CINGCONG,LANGSUNG AJA NIHHHHH PLUGIN DAHSYAT BUAT RECORDING....
http://www.4shared.com/rar/mNd9agExba/WavesAPICollectionVSTRTASv10-A.html?
http://www.4shared.com/rar/mNd9agExba/WavesAPICollectionVSTRTASv10-A.html?
WINRAR FULLL TANPA REGISTRASI
cara install
1.matikan semua antivirus
2.klik software,ikuti petunjuk software
LINK
http://www.4shared.com/rar/UmWczxvUba/WINRAR_FULL_CRACKED.html?
cara install
1.matikan semua antivirus
2.klik software,ikuti petunjuk software
LINK
http://www.4shared.com/rar/UmWczxvUba/WINRAR_FULL_CRACKED.html?
DOWNLOAD CUBASE 3sx GRATIS
langsung aja gan mumpung link masih sipppp
nihhhh
http://www.4shared.com/rar/BGSYYpRd/cubase_sx_3.html?
langsung aja gan mumpung link masih sipppp
nihhhh
http://www.4shared.com/rar/BGSYYpRd/cubase_sx_3.html?
Rabu, 12 November 2014
cara mixing dengan mudah
Proses mixing dalam dunia audio recording merupakan salah satu proses yang paling susah, memusingkan dan paling rumit menurut saya. Begitu banyak plugins atau efek yang harus dipakai dan tentu saja harus dimengerti untuk proses ini. Salah satu pedoman saya dalam proses me-mixing adalah, jangan memasukan suatu plugins / efek yang tidak diketahui kegunaan nya atau tidak dimengerti cara penggunaannya. Selain sia-sia dan memberatkan kinerja komputer, juga bisa merusak sound atau suara pada track anda.
1. Bukalah project atau track yang anda rekam sebelumnya di sebuah software daw atau software multi track recording.
2. Setelah terbuka, coba play dan lihat meter pada master track / master fader nya (untuk software stenberg cubase dan steinberg nuendo, bisa menekan tombol shortcut F3 dan lihat paling kanan pada mixer nya).
Apabila clip atau peak (biasanya akan ada tanda berwarna merah atau meter nya melebihi 0db) silahkan untuk menurunkan masing-masing track (track gitar, track bass, track vocal dan seterusnya), ingat seluruh tracknya, bukan master track / master fader nya yang diturunkan.
3. Setelah aman / tidak clip atau peak, cobalah untuk mem-balancing dengan menurun atau menaikan volume pada track masing-masing. Dalam proses balancing saat ini, anda tidak perlu untuk mem-balancing secara detail, apabila sudak terdengar enak dikuping anda, maka sudah cukup.
4. Coba dengarkan beberapa kali dari awal sampai akhir lagu, hal ini bertujuan agar anda dapat mengenal materi-materi yang anda ingin mixing. Bahasa kerennya adalah, agar lebih familiar dengan materi setiap track dan instrument yang sedang anda mixing. Pada tahap ini jangan atau tidak perlu memasang efek atau plugins .
5. Nah setelah anda mengenal dan lebih familiar dengan track-track instrument yang sedang anda mixing, maka cobalah untuk mengkelompokkannya, hal ini bertujuan agar anda tidak bingung nanti saat anda me-mixing lebih jauh.
Yang biasa di kelompokkan:
-drum (snare, kick dan seterusnya) dengan perkusi
-low instrument seperti bass dan lain-lain
-guitar bisa distorsi, struming, arpegio, wah-wah dan lain-lain
-vocal (alangkah baiknya vocal di kelompokan kembali, antara lead vocal dan backing vocal)
6. Setelah mengelompokkan atau grouping, cobalah untuk panning (kanan, tengah, kiri) track-track instrument yang anda sedang mixing hingga tercipta suatu stereo imager atau terdengar lebih luas (stereo), perhatikan pada saat melakukan panning agar tidak ada suara atau instrument yang terlalu memihak ke kanan ataupun ke kiri (bahasa inggrisnya adalah timplang :D ). Yaitu tidak terlalu banyak instrument yang berada di kiri maupun di kanan, seimbang deh pokoknya :) .
7. Setelah itu saat nya untuk me-mute semua channel kecuali drum. Saat nya menyiapkan plugins compressor, compress track-track drum yang memiliki dinamika yang luas (bahasa gampangnya, memiliki suara yang kadang besar, dan kadang kecil). Biasanya untuk drum memakai ratio yang besar seperti 8:1, namun juga tergantung pada sumber atau source suara / materi yang kita mixing, begitu pula dengan threshold. Untuk attack nya bisa memakai auto (apabila plugins yang di pakai memiliki fitur tersebut) apabila tidak coba di setting tergantung pada tempo lagu materi yang sedang di mixing. Beri gain apabila diperlukan.
Agar memudahkan, kita dapat melihat di tampilan gelombangnya, track-track mana yang memerlukan peng-compress-an.
Begitu pula dengan track bass dan vocal, buka track tersebut satu-persatu lalu stabilkan dengan memakai plugins atau efek compressor.
Ingat, jangan terlalu meng-compress terlalu over, sebuah lagu memerlukan dinamika agar terdengar lebih "hidup". Jadi pakai plugins compressor ini bila hanya dibutuhkan dan gunakanlah dengan bijak :D
8. Masih dengan tiga track diatas (drum, bass dan vocal). Siapkan sebuah reverb. Tapi reverb ini tidak digunakan untuk bass yah, hanya untuk drum dan vocalnya. Gunakan dua buah reverb yang dipasang di send aux atau send fx. Satu untuk drum nya dan satu lagi untuk vocalnya. Saya biasa menggunakan reverb hall untuk vocal, tapi tergantung genre dan karakteristik vocal nya. Apabila masih kurang atau tidak cocok dengan preset bawaan dari plugins atau software reverb yang anda pakai, coba untuk men-setting reverb timenya, hpf / low cut nya, lpf atau hi cut nya, pre delay dan lain-lain.
Ingat! Kesalahan atau salah setting pada efek reverb membuat sound atau lagu anda terdengar amatir. Contoh nya suara vocal seperti di dalam sumur, suara drum seperti didalam gua dan lain-lain. Gunakan dengan bijak plugins reverb ini.
Setelah memberi reverb, coba untuk dengarkan kembali. Biasanya sesudah memakai fx reverb ini balancing nya jadi berubah, atur atau balancing kembali dengan menaik dan menurunkan volume pada masing-masing track. Sesekali lihat juga master fader atau master tracknya, jangan sampai peak atau clip atau melebihi dari batas 0db.
9. Nah apabila ketiga element diatas sudah terdengar bagus, anda sudah mempunyai pondasi nya. Selanjutnya tinggal buka satu persatu track instrument lainnya sambil di balancing kembali.
10. Masukan compressor lagi apabila ada instrument selain ketiga elemen diatas yang terlalu luas atau lebar dinamikanya (kadang besar, kadang kecil suaranya)
11. Apabila ada sound / bunyi dari track yang tidak diinginkan bisa memakai equalizer untuk mengcut atau memboost di frequency yang mengganggu. Apabila dari kesemua track low nya terdengar menggulung, coba di low cut atau HPF (high pass filter) menggunakan equalizer. Apabila hi nya ada yang menyerang atau terlalu sakit di telinga, cut di frequency yang dimaksud menggunakan equalizer juga.
12. Ada bunyi click yang mengganggu? Gunakan declicker
13. Ada bunyi noise yang mengganggu? Gunakan denoiser
14. Di vocal, saat pengucapan huruf "S" "C" berlebihan dan menyakitkan telinga, bisa menggunakan deesser
15. Dan sebagai nya, dan sebagainya, dan sebagainya :)
Proses mixing dalam dunia audio recording merupakan salah satu proses yang paling susah, memusingkan dan paling rumit menurut saya. Begitu banyak plugins atau efek yang harus dipakai dan tentu saja harus dimengerti untuk proses ini. Salah satu pedoman saya dalam proses me-mixing adalah, jangan memasukan suatu plugins / efek yang tidak diketahui kegunaan nya atau tidak dimengerti cara penggunaannya. Selain sia-sia dan memberatkan kinerja komputer, juga bisa merusak sound atau suara pada track anda.
1. Bukalah project atau track yang anda rekam sebelumnya di sebuah software daw atau software multi track recording.
2. Setelah terbuka, coba play dan lihat meter pada master track / master fader nya (untuk software stenberg cubase dan steinberg nuendo, bisa menekan tombol shortcut F3 dan lihat paling kanan pada mixer nya).
Apabila clip atau peak (biasanya akan ada tanda berwarna merah atau meter nya melebihi 0db) silahkan untuk menurunkan masing-masing track (track gitar, track bass, track vocal dan seterusnya), ingat seluruh tracknya, bukan master track / master fader nya yang diturunkan.
3. Setelah aman / tidak clip atau peak, cobalah untuk mem-balancing dengan menurun atau menaikan volume pada track masing-masing. Dalam proses balancing saat ini, anda tidak perlu untuk mem-balancing secara detail, apabila sudak terdengar enak dikuping anda, maka sudah cukup.
4. Coba dengarkan beberapa kali dari awal sampai akhir lagu, hal ini bertujuan agar anda dapat mengenal materi-materi yang anda ingin mixing. Bahasa kerennya adalah, agar lebih familiar dengan materi setiap track dan instrument yang sedang anda mixing. Pada tahap ini jangan atau tidak perlu memasang efek atau plugins .
5. Nah setelah anda mengenal dan lebih familiar dengan track-track instrument yang sedang anda mixing, maka cobalah untuk mengkelompokkannya, hal ini bertujuan agar anda tidak bingung nanti saat anda me-mixing lebih jauh.
Yang biasa di kelompokkan:
-drum (snare, kick dan seterusnya) dengan perkusi
-low instrument seperti bass dan lain-lain
-guitar bisa distorsi, struming, arpegio, wah-wah dan lain-lain
-vocal (alangkah baiknya vocal di kelompokan kembali, antara lead vocal dan backing vocal)
6. Setelah mengelompokkan atau grouping, cobalah untuk panning (kanan, tengah, kiri) track-track instrument yang anda sedang mixing hingga tercipta suatu stereo imager atau terdengar lebih luas (stereo), perhatikan pada saat melakukan panning agar tidak ada suara atau instrument yang terlalu memihak ke kanan ataupun ke kiri (bahasa inggrisnya adalah timplang :D ). Yaitu tidak terlalu banyak instrument yang berada di kiri maupun di kanan, seimbang deh pokoknya :) .
7. Setelah itu saat nya untuk me-mute semua channel kecuali drum. Saat nya menyiapkan plugins compressor, compress track-track drum yang memiliki dinamika yang luas (bahasa gampangnya, memiliki suara yang kadang besar, dan kadang kecil). Biasanya untuk drum memakai ratio yang besar seperti 8:1, namun juga tergantung pada sumber atau source suara / materi yang kita mixing, begitu pula dengan threshold. Untuk attack nya bisa memakai auto (apabila plugins yang di pakai memiliki fitur tersebut) apabila tidak coba di setting tergantung pada tempo lagu materi yang sedang di mixing. Beri gain apabila diperlukan.
Agar memudahkan, kita dapat melihat di tampilan gelombangnya, track-track mana yang memerlukan peng-compress-an.
Begitu pula dengan track bass dan vocal, buka track tersebut satu-persatu lalu stabilkan dengan memakai plugins atau efek compressor.
Ingat, jangan terlalu meng-compress terlalu over, sebuah lagu memerlukan dinamika agar terdengar lebih "hidup". Jadi pakai plugins compressor ini bila hanya dibutuhkan dan gunakanlah dengan bijak :D
8. Masih dengan tiga track diatas (drum, bass dan vocal). Siapkan sebuah reverb. Tapi reverb ini tidak digunakan untuk bass yah, hanya untuk drum dan vocalnya. Gunakan dua buah reverb yang dipasang di send aux atau send fx. Satu untuk drum nya dan satu lagi untuk vocalnya. Saya biasa menggunakan reverb hall untuk vocal, tapi tergantung genre dan karakteristik vocal nya. Apabila masih kurang atau tidak cocok dengan preset bawaan dari plugins atau software reverb yang anda pakai, coba untuk men-setting reverb timenya, hpf / low cut nya, lpf atau hi cut nya, pre delay dan lain-lain.
Ingat! Kesalahan atau salah setting pada efek reverb membuat sound atau lagu anda terdengar amatir. Contoh nya suara vocal seperti di dalam sumur, suara drum seperti didalam gua dan lain-lain. Gunakan dengan bijak plugins reverb ini.
Setelah memberi reverb, coba untuk dengarkan kembali. Biasanya sesudah memakai fx reverb ini balancing nya jadi berubah, atur atau balancing kembali dengan menaik dan menurunkan volume pada masing-masing track. Sesekali lihat juga master fader atau master tracknya, jangan sampai peak atau clip atau melebihi dari batas 0db.
9. Nah apabila ketiga element diatas sudah terdengar bagus, anda sudah mempunyai pondasi nya. Selanjutnya tinggal buka satu persatu track instrument lainnya sambil di balancing kembali.
10. Masukan compressor lagi apabila ada instrument selain ketiga elemen diatas yang terlalu luas atau lebar dinamikanya (kadang besar, kadang kecil suaranya)
11. Apabila ada sound / bunyi dari track yang tidak diinginkan bisa memakai equalizer untuk mengcut atau memboost di frequency yang mengganggu. Apabila dari kesemua track low nya terdengar menggulung, coba di low cut atau HPF (high pass filter) menggunakan equalizer. Apabila hi nya ada yang menyerang atau terlalu sakit di telinga, cut di frequency yang dimaksud menggunakan equalizer juga.
12. Ada bunyi click yang mengganggu? Gunakan declicker
13. Ada bunyi noise yang mengganggu? Gunakan denoiser
14. Di vocal, saat pengucapan huruf "S" "C" berlebihan dan menyakitkan telinga, bisa menggunakan deesser
15. Dan sebagai nya, dan sebagainya, dan sebagainya :)
CARA SETING KOMPRESOR RECORDING DENGAN MUDAH
Sejak saya baca buku "Mixing Secret for the small studio" nya si Mike Senior, banyak hal2 baru yang membuat proses Mixing semakin mengasikkan. Salah satunya adalah tehnik Compression dengan menggunakan software apapun, dan memang tujuannya agak berbeda dengan Engineer2 lainnya.
Tujuan si Mike Senior melakukan Compression adalah bagaimana membuat agar masing-masing Track menjadi STATIS !!. Yup, di saat Engineer lainnya berbicara ttg efek dari pengaturan Attack, Release dan Ratio...si Mike Senior justru malah memilih untuk mengabaikan itu semua, yang penting adalah TRACKNYA STABIL.
Gara-gara tujuannya adalah bagaimana agar track menjadi stabil, maka urutan Compression berada di urutan ke dua setelah Balance. Begitu semua track sudah di balance, dan ada beberapa track yang belum stabil, maka tahap selanjutnya adalah menstabilkan dengan memberi Compressor dengan plugin apapun.
Caranya gimana biar stabil ?? GAMPANG KOK ! Ada beberapa langkah aja yg harus dilakukan:
1. Insert saja plugin Compressor yang kita punya.. Pakai plugin apa ? TERSERAH ! hehehe.
2. Jangan utak-atik settingan apapun. Ratio biarkan apa adanya selama itu tidak menunjukkan 1:1. Kalau memang plugin belum di setting apa-apa, langsung aja atur Ratio 2:1.
3. Langsung utak-atik di bagian THRESHOLD... Atur agar Compressor aktif memproses suaranya. Nah, di tahap ini yang harus diperhatikan adalah APAKAH SUARANYA JADI STABIL / TIDAK ?!?! Bila suaranya jadi stabil..ya sudah beres ! Asal suaranya lebih stabil..berarti tugas kita sudah selesai tuh. Tapi bila suaranya stabil, tetapi warna suaranya jadi agak berubah, baru kita utak atik tuh Attack ama Releasenya. Yg jelas, biar stabil yang harus di atur adalah Ratio. Semakin besar Ratio, semakin stabil suaranya. Tapi awas jangan kebablasan !!
Untuk masalah Attack / Release, saya suka banget dengan penjelasan yang di gunakan oleh Paul Stavrou. Dia menjelaskan bahwa :
- Attack : mengatur TEBAL / TIPISNYA suara yang ingin di hasilkan
- Release : mengatur EKOR dari suara yang di proses. Jadi snare itu, semakin cepet release nya, semakin TWANNGGG dia. Tetapi semakin lama release nya, semakin TWAG bunyinya ( sustainnya jadi kurang panjang ).
- Ratio : BESAR / KECILNYA suara yg ingin dihasilkan. Makanya di atas saya bilang, semakin besar RATIO, semakin kecil ukuran suaranya - walaupun semakin stabil -
Nah, berarti kan kalau punya plugin Compressor macem2...gak usah pusing2. Pilih aja yang paling gampang, kemudian lakukan 3 langkah di atas - yang penting tujuannya adalah STABIL -. LHA, terus kan dinamikanya bakalan ilang dong ?!?!? EMANG !!! Lho KOK ??? Yang penting buat STABIL dulu semuanya. Abis itu, di hidupkan lewat Automation. BERES KAN ?!?!?!?
Sejak saya baca buku "Mixing Secret for the small studio" nya si Mike Senior, banyak hal2 baru yang membuat proses Mixing semakin mengasikkan. Salah satunya adalah tehnik Compression dengan menggunakan software apapun, dan memang tujuannya agak berbeda dengan Engineer2 lainnya.
Tujuan si Mike Senior melakukan Compression adalah bagaimana membuat agar masing-masing Track menjadi STATIS !!. Yup, di saat Engineer lainnya berbicara ttg efek dari pengaturan Attack, Release dan Ratio...si Mike Senior justru malah memilih untuk mengabaikan itu semua, yang penting adalah TRACKNYA STABIL.
Gara-gara tujuannya adalah bagaimana agar track menjadi stabil, maka urutan Compression berada di urutan ke dua setelah Balance. Begitu semua track sudah di balance, dan ada beberapa track yang belum stabil, maka tahap selanjutnya adalah menstabilkan dengan memberi Compressor dengan plugin apapun.
Caranya gimana biar stabil ?? GAMPANG KOK ! Ada beberapa langkah aja yg harus dilakukan:
1. Insert saja plugin Compressor yang kita punya.. Pakai plugin apa ? TERSERAH ! hehehe.
2. Jangan utak-atik settingan apapun. Ratio biarkan apa adanya selama itu tidak menunjukkan 1:1. Kalau memang plugin belum di setting apa-apa, langsung aja atur Ratio 2:1.
3. Langsung utak-atik di bagian THRESHOLD... Atur agar Compressor aktif memproses suaranya. Nah, di tahap ini yang harus diperhatikan adalah APAKAH SUARANYA JADI STABIL / TIDAK ?!?! Bila suaranya jadi stabil..ya sudah beres ! Asal suaranya lebih stabil..berarti tugas kita sudah selesai tuh. Tapi bila suaranya stabil, tetapi warna suaranya jadi agak berubah, baru kita utak atik tuh Attack ama Releasenya. Yg jelas, biar stabil yang harus di atur adalah Ratio. Semakin besar Ratio, semakin stabil suaranya. Tapi awas jangan kebablasan !!
Untuk masalah Attack / Release, saya suka banget dengan penjelasan yang di gunakan oleh Paul Stavrou. Dia menjelaskan bahwa :
- Attack : mengatur TEBAL / TIPISNYA suara yang ingin di hasilkan
- Release : mengatur EKOR dari suara yang di proses. Jadi snare itu, semakin cepet release nya, semakin TWANNGGG dia. Tetapi semakin lama release nya, semakin TWAG bunyinya ( sustainnya jadi kurang panjang ).
- Ratio : BESAR / KECILNYA suara yg ingin dihasilkan. Makanya di atas saya bilang, semakin besar RATIO, semakin kecil ukuran suaranya - walaupun semakin stabil -
Nah, berarti kan kalau punya plugin Compressor macem2...gak usah pusing2. Pilih aja yang paling gampang, kemudian lakukan 3 langkah di atas - yang penting tujuannya adalah STABIL -. LHA, terus kan dinamikanya bakalan ilang dong ?!?!? EMANG !!! Lho KOK ??? Yang penting buat STABIL dulu semuanya. Abis itu, di hidupkan lewat Automation. BERES KAN ?!?!?!?
PROFIL DJOIN ASAP
Dengan tekad yang bulat dan impian selangit heheheh,terbentuklah sebuah Band reggae bernama Djoin asap.
Djoin asap dibentuk pada 9 november 2014,hahahah anak baru kemaren kita2 mah,masih bodo2 :D
dengan personil sebagai berikut
cakra sebagai player keyboardis
mz Toni zenggot sebagai drumer
Tomi sebagai player perkusi
Menyan sebagai Player perkusi dan maracas
Endri sebagai vokalis
Faiz sebagai player gitar
Bang Cepon player trumpet
Dalam hal recording Djoin asap lebih menekankan pada Indie band atau segala hal tentang pembuatan album di buat oleh orang sendiri dalam bahasa inggris "Do it Yourself",
Djoin asap baru membuat 3 lagu,dan dalam waktu dekat ini akan dibuat album yg berisi 11-12 lagu,harapan kami Djoin Asap bisa memeriahkan belantika musik reggae Indonesia...
Aminnnn...................
Dengan tekad yang bulat dan impian selangit heheheh,terbentuklah sebuah Band reggae bernama Djoin asap.
Djoin asap dibentuk pada 9 november 2014,hahahah anak baru kemaren kita2 mah,masih bodo2 :D
dengan personil sebagai berikut
cakra sebagai player keyboardis
mz Toni zenggot sebagai drumer
Tomi sebagai player perkusi
Menyan sebagai Player perkusi dan maracas
Endri sebagai vokalis
Faiz sebagai player gitar
Bang Cepon player trumpet
Dalam hal recording Djoin asap lebih menekankan pada Indie band atau segala hal tentang pembuatan album di buat oleh orang sendiri dalam bahasa inggris "Do it Yourself",
Djoin asap baru membuat 3 lagu,dan dalam waktu dekat ini akan dibuat album yg berisi 11-12 lagu,harapan kami Djoin Asap bisa memeriahkan belantika musik reggae Indonesia...
Aminnnn...................
Langganan:
Postingan (Atom)